PENGUKURAN
Menurut Nunnally&Bernstein, 1994.
Pengukuran dapat didefinisikan sebagai suatu proses pemberian angka atau label
terhadap atribut dengan aturan-aturan yang terstandar atau yang telah
disepakati untuk mempresentasikan atribut yang di ukur. Pengukuran adalah
proses dimana angka atau simbol dinyatakan ke atribut-atribut objek dalam dunia
nyata sedemikian rupa untuk mengambarkan objek berdasar aturan yang telah di
tetapkan. Pengukuraan itu adalah membandingkan nilai suatu besaran yang diukur
menggunakan besaran sejenis yang di tetapkan sebagai satuan.
Contoh pengukuran :
1.
Penjual telur
mengukur berat suatu telur ketika ada embeli yang ingin membeli telur 1 kg
(mencari bobot telur merupakan pengukuran)
2.
Tukang kayu
mengukur kayu sepanjang 3 meter sebelum dia memutuskan untuk memotongnya
(mencari panjang kayu merupakan pengukuran)
Adapun jenis-jenis pengukuran yaitu :
1.
Pengukuran tidak
baku. Pengukuran tidak baku adalah pengukuran yang hasilnya berbeda-beda karena
menggunakan alat ukur yang tidak baku atau tidak standar. Pengukuran tidak baku
yang dapat dpelajari adalah sebagai berikut:
1.
Digit adalah
pengukuran yang di sesuaikan dengan lebar sebuah jari.
2.
Jengkal adalah
pengukuran yang di sesuaikan dengan jarak paling panjang antar ujung jempol
tangan dengan ujung kelingking tangan.
3.
Hasta adalah
pengukuran yang di sesuaikan ukuran sepanjang lengan bawah dari siku sampai ke
ujung jari tengah.
2.
Pengukuran Baku.
Pengukuran baku merupakan pengukuran yang hasilnya tetap atau baku(standar).
Terdapat dua sistem pengukuran baku yaitu pengukuran Sistem Inggris dan Sistem
Matriks. Untuk ukuran panjang sistem Inggris seperti Yard dan Mil. Selanjutnya
untuk pengukuran Kapasitas seperti Fluid
Ounce (fl.oz), Pint, Quart dan Gallon. Dan selanjutnya pengukuran sistem
matriks untuk menghitung volume yang dihitung dengan menggunakan Sentimeter
Kubik dan Meter Kubik.
Komentar
Posting Komentar